Sensasi lebih kejam dari Dajjal.
Heboh Film Innocence of Muslim benar benar meracuni pemberitaan belakangan ini. Isu penghinaan agama ini menimbulkan tak hanya kontroversi tapi juga tidak jarang terselip kekerasan didalamnya. padahal himbauan agar tidak anarkis sudah dihimbau oleh para petinggi jauh-jauh hari. kenapa sih kalian selalu ingin jadi "anak muda" dalam setiap kesempatan dengan cara yang agak minor?
dini hari ini, saya menonton berita tentang beberapa demo yang digelar di beberapa wilayah di Indonesia. yang neggelitik hati saya adalah, sebuah restoran cepat saji khas negeri paman sam disegel. Salah mereka apa? Apa kita tidak harus memikirkan jika itu disegel, maka ada beberapa muslim yang haknya mendapat penghasilan juga akan terganggu?
Bisakah kita menyikapi suatu hal yang diciptakan orang memang untuk memporak-porandakan agama dan persatuan kita dengan lebih tenang? saya yakin bisa. saya seorang muslim. dan sedari kecil, yang terpatri di otak saya adalah setiap muslim adalah orang baik serta mampu berfikir sebijaksana mungkin sebelum berbuat.
mungkin saja, para pembuat sensasi penghinaan atas Nabi saat ini sedang berbahagia karena apa yang diinginkannya sudah terjadi. Ya, kita berdemo, saling merusak guna mengatakan marah atas nama agama. bagaimana jika kita menggunakan cara yang lebih pintar dan tegas dalam menyikapi ini?
Topless Kate Middleton tersebar di media online dan majalah di beberapa negara Eropa. Pihak Kerajaan Murka. Akan tetapi mereka tidak berdemo, mereka tidak menghancurkan apapun. mereka memilih tegas mengambil jalur hukum dan menindak para pengedar. saya rasa itu bisa digaris bawahi. Jangan pernah bilang "Tidak Semudah Itu !"
segala sesuatu memang tidak ada yang mudah atau instan. semua butuh proses dan usaha. jika seluruh negara muslim melakukan ini, mungkin solusi lebih baik akan ada. Daripada berdemo, dengan membawa anak kecil didalamnya, mengajarkan mereka secara tidak langsung restoran ayam cepat saji kesayangan mereka. saya rasa orang muslim dan negara muslim bisa lebih bijak.
Saya pernah mendengar bahwasanya jika kita diserang maka kita boleh menyerang. kali ini kita diserang secara "pintar", marilah juga kita menyikapinya dengan cara lebih pintar lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar