Kamis, 22 September 2011

confession

.nama saya tiara fatimah. berumur 20 tahun.
tidak punya deadline umur, karena kata tuhan kematian adalah kejutan.
memiliki tubuh kecil dengan banyak pertanyaan. tidak sempurna, bukan model cantik rupawan ataupun potongan wanita berparas porselen.
hanya orang biasa dengan banyak ide gila dalam kepala dan kenekatan yg terus bertambah menyamai tingkat usia.
terkadang terlalu keras, terkadang terlalu lembek.
menganggap diri tidak akan pernah ditemukan.
tapi saya pastinya akan ditemukan.
dia menemukan saya.
namanya rudy.
teuku rudy.
punya kata yg lebih hebat untuk mengatakan saya bahagia bersama dia?
saya punya..dalam hati.
berasa seperti membuat film dokumenter seumur hidup.
ingin hidup sampai mati dengan laki laki ini.


selebihnya, saya tidak suka diusik.
jika saya ataupun kehidupan pribadi saya diusik..maka saya akan dengan senang hati mencolok mata anda dengan hak runcing stilleto ! jika berminat, usik saja saya. dan pilih..garpu atau stilleto?

Selasa, 20 September 2011

dark.Freezy.Rainy.

dua puluh satu september dua ribu sebelas.
terbangun dipukul 06.15, dan menemukan hujan di jam 06.30.

tidak berniat sama sekali menyingkap gorden jendela, ataupun membiarkan hawa dingin masuk lewat celah ventilasi. ingin hujan yang memeluk hangat suhu tubuh ini tetap. tapi hawa dingin itu tetap masuk, dia membangunkan tiap helai bulu bulu halus kulit seorang perempuan berusia 20 tahun 3 bulan 3 hari.

kamar masih gelap. ranjang masih menjadi surga kala belum dirapikan. ada sisa mimpi semalam dan abu abu mimpi buruk yg menghanguskan dirinya sendiri agar tak direkam pagi.
buku buku dan kumpulan dvd bajakan semi original berserakan. selimut sebesar bibir ombak masih menyeruak.

kamar masih gelap, berharap langit diluar juga gelap.
dan, kali ini mulai ingin membuka jendela.
ingin mengajak petrichor mampir kerumah.
dingin.
bisakah petrichor ini dimasukkan dalam toples lalu dibiakkan?
apakah aroma bisa dibiakkan?

sayup hujan mulai meredamkan suaranya.
tak tahukah dia, aku ingin suaranya tetap lantang menjadi irama nyanyian menuju alam bawah sadar?




Senin, 12 September 2011

12.35 / warung kopi/ sekitaran pelabuhan.

Pilkada bakal dimulai, ga tau kapan, hanya tidak mau tahu kapan. mungkin juga saya tidak akan memilih diantara banyak pilihan itu. pengecut? mungkin. karena tidak mau mengorbankan beberapa tahun dalam kurungan orang ang salah seperti sekarang. sepertinya semua wilayah di negeri ini sedang main tinta. hitam campur darah. kalo kita menilik masalah ibukota, rasanya lebih baik tidak kenal ataupun negara ini punya presiden. presiden? punya, tapi tidak tau untuk apa. negeri ini seperti sedang dicuci otaknya sehingga banyakan tidur. tapi tidak usah mengurusi ibukota itu dulu lah, kota ini saja sudah mulai berantakan. mungkin "nyaman" itu sudah mulai langka, karena sudah dibeli..entah siapa yang membelinya. mungkin ditukar dengan cek dollar ataupun jaminan hidup mewah. bahkan sisa baunya pun tak ada lagi. rasa kemanusiaaan dan keinginan untuk rela atas sesuatu mulai abstrak. beberapa bulan lalu, partai partai banyak menggelar acara guna menarik simpati. mahasiswa dijadikan boneka kayu yang dipertontonkan secara bebas. dijanjikan sesuatu, lalu ditinggal pergi. dimana mana ujungnya marah marah. syukur tidak ada bogem mentah, atau mungkin ada? tak ada yang tau. yang pasti, ada yang tertipu.
barusan ada artikel tentang parit galian yang menimbulkan korban jiwa. seorang petinggi yang akan menjadi caleg memposting itu di akunnya. saya tertawa membacanya. bukan karena berita itu. tapi karena tuan itu. kejadian sedemikian rupa sudah pernah terjadi tanpa ada yang peduli beberapa bulan lau. yang ada hanya papan triplek  yang dipaku asal asalan yang bertuliskan "hati hati , ada galian" !!
selalu ada peringatan seperti itu, tapi solusinya? mungkin solusinya selalu menunggu korban lagi sampai tak ada korban. selamat siang :)

Kamis, 01 September 2011

Mungkin nanti, 50 tahun dari kini, aku selalu ingat tanggal lahirmu, dan tak mempedulikan berapa umurmu.

Mungkin nanti, berpuluh puluh tahun lagi, kau dan aku bergandeng tangan, saling menemani check up kesehatan

Mungkin nanti, berpuluh tahun lagi, kau mulai pikun, dan aku akan sabar mengingatkanmu sembari kita buka lagi album kita semasa muda

Mungkin nanti, berpuluh tahun lagi, kita akan bersama ke toko mainan, bingung cari hadiah untuk cucu kesayangan

Mungkin nanti, berpuluh tahun lagi. Kau atau aku, selalu menyiapkan obat yang wajib diminum setiap hari

Mungkin nanti, berpuluh tahun lagi, entah kau memakai kursi roda atau berjalan dengan tongkat. Aku akan selalu berada selangkah di dekatmu

mendamba merenta bersamamu.





29 agustus 2011 / happy anniversary.