Senin, 12 September 2011

12.35 / warung kopi/ sekitaran pelabuhan.

Pilkada bakal dimulai, ga tau kapan, hanya tidak mau tahu kapan. mungkin juga saya tidak akan memilih diantara banyak pilihan itu. pengecut? mungkin. karena tidak mau mengorbankan beberapa tahun dalam kurungan orang ang salah seperti sekarang. sepertinya semua wilayah di negeri ini sedang main tinta. hitam campur darah. kalo kita menilik masalah ibukota, rasanya lebih baik tidak kenal ataupun negara ini punya presiden. presiden? punya, tapi tidak tau untuk apa. negeri ini seperti sedang dicuci otaknya sehingga banyakan tidur. tapi tidak usah mengurusi ibukota itu dulu lah, kota ini saja sudah mulai berantakan. mungkin "nyaman" itu sudah mulai langka, karena sudah dibeli..entah siapa yang membelinya. mungkin ditukar dengan cek dollar ataupun jaminan hidup mewah. bahkan sisa baunya pun tak ada lagi. rasa kemanusiaaan dan keinginan untuk rela atas sesuatu mulai abstrak. beberapa bulan lalu, partai partai banyak menggelar acara guna menarik simpati. mahasiswa dijadikan boneka kayu yang dipertontonkan secara bebas. dijanjikan sesuatu, lalu ditinggal pergi. dimana mana ujungnya marah marah. syukur tidak ada bogem mentah, atau mungkin ada? tak ada yang tau. yang pasti, ada yang tertipu.
barusan ada artikel tentang parit galian yang menimbulkan korban jiwa. seorang petinggi yang akan menjadi caleg memposting itu di akunnya. saya tertawa membacanya. bukan karena berita itu. tapi karena tuan itu. kejadian sedemikian rupa sudah pernah terjadi tanpa ada yang peduli beberapa bulan lau. yang ada hanya papan triplek  yang dipaku asal asalan yang bertuliskan "hati hati , ada galian" !!
selalu ada peringatan seperti itu, tapi solusinya? mungkin solusinya selalu menunggu korban lagi sampai tak ada korban. selamat siang :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar