Jumat, 21 September 2012

Dimana? Dimana?

   Kota ini sedang sakit. Nasib nya mulai sesak, maksudnya nasib para masyarakatnya. kenapa saya mengatakan seperti itu? saya tidak mengatakan pemerintahan saat ini gagal, karena juga mereka baru memulai start. Mungkin ada baiknya mereka memantau, melihat dan mempelajari dulu. Tapi jangan lupa merencakan dan realisasi rencana ya!
  Beberapa minggu lalu, saya dan pacar makan di sebuah rumah makan. selama kami makan, saya bisa menghafal berapa kali saya didatangi para pengemis. Lebih dari 5 kali ! miris sekali. pengemis dengan berbagai latar belakang bahkan mereka kerap kali berdoa dengan suara keras dam membuat pengunjung ternganga. demi lembaran dua-ribuan, tidak jarang mereka menyertakan bayi bayi mereka. selemah itu kah perempuan di kota ini? saya rasa Cut Nyak Dhien tak pernah mengemis di zaman dahulu, saya jamin. Belum lagi, di sebuah SPBU, saya pernah melihat seorang dengan penyakit Tumor Mulut ( jika tidak salah itu penyakitnya), masih "beroperasi" mengaharap beras kasihan para pengisi bensin. Di lain waktu, saya melihat anak kecil yang ditinggalkan oleh ibunya, lalu dia keliling kota meminta minta sedangkan ibunya berjualan di pasar Aceh. Nah, sekarang saya bertanya, dimana peran pemerintah dinas kota?
  Kalo memang razia PNS malas itu diperlukan, maka kenyataan sesak ini juga harus dibenahi. Kenapa kita seperti tega mengajarkan budaya "meminta" dan "memanfaatkan" kelemahan mereka untuk mengemis? kenapa kita tidak bisa mengajarkan mereka agar bisa berdiri diatas kaki mereka sendiri? penyakit "pengemis" liar ini sudah mulai banyak di Banda Aceh. belum lagi, para pengutip sumbangan dengan modal selebaran copyan yang mengatakan dari sebuah pesantren atau rumah yatim (jujur, saya meragukan keabsahan itu). Didepan mata saya, saya melihat sebuah becak yang mengantar pengemis berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mengemis.
     Jika kita tidak tegas, pemerintah tidak tegas, maka jangan salahkan jika suatu saat nanti akan ada pekerjaan "mengemis" tertera dalam KTP. Dan yang terhormat para penguasa, spanduk yang bertuliskan "jangan memberi uang kepada para peminta minta" itu sepertinya tidak mengubah apapun. Lakukan tindakan tegas, dan jangan berbicara lewat spanduk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar