Selamat pagi ayah..
Seperti biasa kau selalu pucat.
Kita pun bersalaman.
Tanganmu dingin.
Aku pun pergi.
Selamat sore, ayah.
Kau terduduk dihalaman belakang.
Seperti biasa dengan batangan rokok yang sesap perlahan.
Wajahmu tersenyuam samar dibalik liukan asap.
Selamat malam, ayah.
Didepan televisi dengan acara favoritnya..
Aku terduduk disampingnya..
Hujan turun perlahan mencium bumi.
"Ayah pulang ya.."
Lalu ia berjalan ke halaman belakang menuju nisannya.
Aku menyembunyikan rokoknya..
Agar ia kembali lagi esok pagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar