The days when I thought there is no hidden bridge !!
Lagi bodoh, karena gak bisa nulis apa apa. Disleksia dadakan.
Mari menggunakan ingatan permanen yang saya sembunyikan karena kalo saya ingat ini, jerawat di pipi saya bakal merona J
The story through the highland !
Naikin dataran yang tinggi dengan jalan berlekok dan resiko badan jalan longsor.
Nama daerahnya Lhoong. Tapi ke atas lagi sampai nemu pantai.
Pantai kosong, yang ada Cuma tempat buat kapal.
Duduk lagi menghadap laut untuk kesekian kalinya. Mungkin dunia nyata memang harus sering kita tipu karena kita gak bisa memenuhi apa yang mereka mau sepenuhnya. Tapi, sama laut lepas ini kita jujur. Jujur untuk bilang punya rasa.
Tiap inci jalanan punya rekaman kenyataan, salah satu diantaranya kita.
Jejak yang terlalu banyak kita tinggali gak nguap gitu aja kayak aroma aspal ataupun petrichor waktu hujan ataupun aroma kopi di sabtu sore..dia tetap, membentuk galaksi cerita sendiri.
Saya udah bingkai semuanya didalam software ciptaan Tuhan paling canggih bernama otak yang sampai manusia mati pun sebenarnya dia masih berfungsi. Menakjubkan.
Dan setiap kali bercerita, kita juga sebenarnya lagi bercanda sama kepiting yang nguping ataupun pasir yang sering minta saya dengerin dia berbisik tapi karena saya lebih sering denger kamu cerita, pasir itu lebih sering masuk kemata saya daripada berbisikJ
Saya merasa beruntung saya nemu “alam” saya yang sebenarnya setelah 3 tahun mati rasa.
We are dancing in the rain !
Duduk di bibir pantai..mandi air hujan..ombaknya lagi ngamuk tapi jinak.
Wish saya semalam di kabulin Tuhan : saya pengen main hujan deras sekali.
Paginya di kabulin.
Terima Kasih Tuhan J
Gak pernah sekalipun saya pernah duduk menggigil tulang sama orang dan nunggu dia jujur.
Yakinin orang dan ngomong pake mata secara tersirat bilang “absolutely, I have the same feeling to feel with” !
Gak perlu di tanya kenapa saya suka..gak perlu ditanya kenapa saya sayang..
Saya gak tau alasannya apa.
Genggam aja tangan saya..lebih lama dan erat lebih baik.
Sebaik kamu jujur bilang sayang sama saya juga.
Saya akan lebih nyaman seperti itu.
Saya merasa aman.
Ayo pulang, kota sudah menunggu.
Mari bergenggam tangan lebih lama sampai saatnya kita memakai topeng lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar