Rabu, 30 November 2011

Novemberrush

Berdiri diujung bulan november kali ini rasanya seperti berdiri diujung tiang menuju tempat yang berlantai atau setidaknya bisa menapak dan tidak di awang awang. Banyak cerita, sangat banyak. Kalau dihitung perkata atau dieja perhuruf, ah sebaiknya tidak usah.. karena saya bukan dubber, hanya artis atas skenario pribadi dalam file November.
Dalam november kali ini, saya banyak berlari. Berlari menuju poin poin tujuan saya. Ah, rasanya berduri. Tidak, bukan, ada juga yang manis. Saya tidak ingin menggerutu. Saya hanya sedang berusaha bersyukur. 
  Mari di list-kan satu persatu segala asa harapan dan cita cita yang masih bertengger dalam hati. Semua orang punya harapan itu. Juga saya. Yang berharap akan ada obat dari segala duka, dan takdir permanen dari segala suka.
  Baik, biarkan saya menghela nafas panjang agar lebih lega akhirnya. November rain, lagu deep purple ya kalo tidak salah, yang jelas saya belum lahir ketika lagu ini meroket. Saya menangis di bulan ini lebih banyak dari biasanya, sayangnya semua tidak terlihat. Hanya mengairi kapiler darah saya dan membubung di otak. Syukurnya tidak menjadi emosi. Pertemanan hampir kandas, dikhianati teman, praktek lapangan yang menyebalkan, rumah yang tidak bisa saya sebut rumah, seperti puzzle berserakan.
  Kembali saya harus menarik nafas. Tuhan, kalaupun ketika menciptakan saya, saya ditakdirkan berjiwa besi, tapi jangan beri saya cobaan sebaja ini. Baiklah, saya bukan menggerutu, Tuhan. 
  Tapi sebenarnya, dibalik semua itu masih ada hal hal yang membuat saya tenang. Tuhan tidak pernah menyelipkan naluri untuk berputus asa dalam diri ini. Karena kami memang berbincang setiap malam, dan menangis dalam sujud berharap Tuhan tidak tahu walaupun Ia selalu lebih tahu.
  Besok Desember, apa yang akan terjadi lagi? Tidak tahu. Tidak ingin menerka, hidup ini kalo diterka tidak menyenangkan karena kenyataannya hidup selalu mudah. Bagaimana tidak, perjalanan mu selalu diberikan pilihan, tapi tidak semua benar benar menggunakan pilihan itu atau bahkan nyaris tidak memilih. Menyedihkan. Jadi anggap saja dirimu sedang berlayar, berlayar untuk tujuan yang ingini. Berlayar terus tanpa perlu takut ombak. Terkadang kau perlu menciptakan badai dalam dirimu sendiri agar bisa menggerakkan semangat. Karena hidup, terkadang hanya  sesingkat bulan November. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar